Menampilkan postingan dengan label Cerpen
Suara klakson tiada hentinya berbunyi—ikut memenuhi suara bising di kepala. Manusia-manusia bodoh ini tak ada empati sedikit pun. Kalau mereka ma…
Dia yang jarang pulang. Dia yang selalu pulang di hari Minggu dan Rabu. Mempersiapkan makan jam tiga dini hari. Seseorang di hadapannya memulai denga…
Kulihat laut membentang tanpa batas. Warna birunya mempesonaku. Lautlah yang kemudian menjadi alasan mengapa aku menyukai warna biru. Dengan mata ber…
"Ozaaan. Ambilkan gunting buat Papa, Nak." pinta Mama yang tengah sibuk merapikan isi koper. Rumah berantakan sekali. Barang-barang berteb…
Mama — dengan mata sembab — menggenggam tanganku erat ketika kami sedang pergi mencari makan untuk makan malam. Mama memilih bakso langganan kami yan…
Keringat mengucur deras membasahi seragam kami. Semua orang sibuk mengibas-ngibaskan buku tulis, mencoba memberi perlawanan kepada udara panas. Gur…