Menampilkan postingan dengan label Ekspresi
Suara sirine bergema dari balik tebu-tebu yang menjulang tinggi di belakangku, di tempat biasanya aku duduk jika berada di warung mas Mar. Entah s…
Hindia bilang, "Pindah berkala rumah ke rumah. Berharap bisa berujung indah. Walau akhirnya harus berpisah." Sedangkan versiku adalah, …
Remang-remang kompleks perumahan tak membuatku takut. Justru memberikan kesan nyaman. Tak ada rasa khawatir dikejutkan oleh sosok tak kasat mata. Bag…
Tanpa rasa takut, tanpa kacamata renang, kupaksakan tubuhku terjun dari dermaga. Begitu dalam kumenyelam hingga ke dasar lautan. Kulihat banyak ikan …
Segera kurobohkan tubuh di atas kasur. Berharap lelah segera berakhir. Banyaknya orang yang kutemui membuat social battery ku habis. Satu-satunya yan…
Di beranda rumah, di lantai tiga, kududuk menghadap langit. Tak ada bintang di atas sana. Mungkin karena bumi terlalu terang bagi bintang untuk bersi…
Kududuk tepat di depan tungku. Bukan karena sedang kedinginan, karena sekarang masih siang. Matahari masih bersemangat menyengat bumi. Kududuk di dep…
Dalam hal moral compass, aku memiliki analogi sendiri untuk mempermudah pemahaman tentang niat seseorang dalam melakukan kebaikan. Diandaikan bahwa m…
Tahun ini aku berumur dua puluh lima tahun. Usia dimana kebanyakan orang sudah menikah, atau baru mempersiapkannya. Usia dimana orang-orang merencana…
Aku adalah Athena. Menyukai kebebasan. Bisa melakukan banyak hal. Dan suka berdagang. Dalam pelayaranku menuju tempat niagaku, aku memahami banyak pe…